Home / News / Isai Scheinberg Menjadi Sepuluh Besar Finalis Turnamen Poker 2020

Isai Scheinberg Menjadi Sepuluh Besar Finalis Turnamen Poker 2020

Pendiri PokerStars Isai Scheinberg mendapati dirinya saat ini tengah berlomba-lomba untuk mendapatkan tempat teratas di Poker Hall of Fame melawan beberapa pemain profesional legendaris lainnya setelah organisasi tersebut mengumumkan 10 finalisnya untuk tahun 2020 pada hari Kamis.

Scheinberg adalah salah satu dari tiga finalis yang pertama kalinya ini dinominasikan, bersama dengan tim siaran World Series of Poker Lon McEachern dan Norman Chad (yang dinominasikan bersamanya), dan pemain profesional Finlandia Patrik Antonius. Lainnya adalah Eli Elezra, Antonio Esfandiari, Chris Ferguson, Ted Forrest, Mike Matusow, Matt Savage, dan Huckleberry Seed.

Di bawah aturan yang berlaku di Hall of Fame, 32 anggota yang masih hidup akan memutuskan siapa yang berhak bergabung dengan persaudaraan tersebut. Mereka masing-masing mendapatkan 10 poin dan dapat memberikan setip poin tersebut di antara semua finalis yang ada. Finalis dengan poin terbanyak akan menjadi anggota ke-59.

Ini akan menjadi pertama kalinya sejak 2004 perkumpulan hanya melantik satu anggotanya. Dari tahun 1980 hingga saat itu, perkumpulanl tersebut hanya menerima satu anggota baru per tahunnya.

Pengumuman akan berlangsung pada 30 Desember, tepat sebelum mulainya final Acara Utama WSOP head-to-head antara AS dan pemenang divisi internasional.

Para finalis datang setelah The Hall mengizinkan komunitas poker untuk menawarkan nominasi mereka selama dua minggu sebelumnya.

Menurut pedoman Hall, pemain harus berusia minimal 40 tahun dan telah memainkan banyak permainan berisiko tinggi dan telah bermain di kompetisi tingkat atas. Mereka juga harus memiliki catatan permainan bagus yang konsisten dan kami anggap sebagai pemain yang “bertahan dalam ujian waktu.”

Mereka juga dapat mempertimbangkan orang lain juga jika mereka berjasa dalam membantu mendorong pertumbuhan dunia permainan “dengan hasil positif dan abadi yang tak terhapuskan”.

Mengapa Komunitas Poker Menominasikan Scheinberg

Scheinberg mendirikan situs poker online PokerStars hampir 20 tahun yang lalu. Situs tersebut turut membantu memperluas minat dalam permainan dengan memungkinkan orang bermain dari komputer mereka. Tetapi poker online di AS akhirnya menjadi target pemerintah federal, berkat Undang-Undang Penegakan Perjudian Internet yang Melanggar Hukum (UIGEA).

Pada 15 April 2011, otoritas federal menyita aset dan domain dari beberapa situs poker online, termasuk PokerStars. Tanggal tersebut di komunitas permainan kemudian dikenal sebagai “Black Friday”.

Jaksa menuduh pengusaha Israel-Kanada kelahiran Lithuania tersebut melakukan penggelapan bank, pencucian uang, dan melanggar UIGEA.

Scheinberg lolos dari tuntutan tersebut selama delapan tahun sebelum akhirnya penangkapannya terjadi di Swiss pada Juni 2019. Dia menyerahkan diri kepada agen AS pada Januari. Dua bulan kemudian, dia mengaku bersalah menjalankan situs poker online ilegal.

Seorang hakim federal menjatuhkan denda $30.000, karena Scheinberg menghindari hukuman hingga lima tahun penjara. Dia adalah orang terakhir dari 11 terdakwa Black Friday yang kasusnya telah selesai sebelumnya di pengadilan.

PokerStars pada tahun 2012 membayar US $731 juta untuk mengambil alih kembali asetnya serta aset milik Full Tilt Poker. Akhirnya, semua pemain PokerStars dan Full Tilt akhirnya dapat menerima pembayaran mereka. Serta Scheinberg juga telah membantu banyak pemain juga dari berbagai situs lainnya.

Awal Operasi di Pasar AS

Amaya Inc. membeli situs poker pada tahun 2014 seharga $4,9 miliar. Itu memungkinkan perusahaan, yang kemudian dikenal sebagai The Stars Group, memasuki pasar AS secara legal. Sekarang mereka beroperasi di New Jersey dan Pennsylvania.

Pada bulan Mei, Flutter Entertainment menutup merger $12,2 miliar dengan The Stars Group.

Pada hari yang sama, Poker Hall of Fame menunjuk Scheinberg sebagai finalisnya, Mahkamah Agung Kentucky pun mengembalikan keputusan kembali terhadap perusahaan yang dicari oleh pejabat negara bagian itu untuk mencoba mengklaim kembali kerugian penduduk mereka.

Dengan adanya keputusan itu berarti perusahaan berhutang sekitar $1,3 miliar. Itu sama dengan kerugian yang telah dilaporkan sebesar $290,2 juta, menjadi tiga kali lipat menurut undang-undang negara bagian, ditambah bunganya. Pejabat Flutter membantah jumlah tersebut dan mengatakan mereka yakin jumlahnya dapat berkurang.

Terbaginya Pemilih

Chris Moneymaker, yang merupakan salah satu dari dua orang yang dilantik tahun lalu, dia mempost di akun Twitternya pada hari Jumat untuk mengevaluasi masing-masing kandidat.

Isai… mengubah hidupku! dan banyak hal baik lainnya. Saya selalu menghormatinya dan menikmati waktu bersamanya, ”kata Moneymaker, juara Acara Utama 2003, yang tahun itu membantu memberikan kredibilitas terhadap poker online.

Pemilih lain juga menggunakan situs media sosial untuk menjelaskan bagaiaman cara mereka memilih. Erik Seidel, yang memasuki Hall pada 2010, mengatakan pada hari Sabtu bahwa ia berencana membagi poinnya antara Scheinberg dan Seed.

Setelah berpikir cermat dan berkonsultasi dengan orang-orang yang memiliki pendapat sama yang saya hargai maka saya akan membagi suara saya antara Huck & Isai

Begitu banyak pilihan hebat yang semuanya telah membantu mengembangkan dunia permainan, tetapi 2 orang ini tampaknya yang paling pantas bagi saya

Tidak semua orang setuju dengan Seidel.

“Saya setuju tentang Huck, tapi mengapa Isai?” jawaban Doyle Brunson tersebut berdasarkan pada tindakan tahun 1988. “Yang dia lakukan hanyalah menghasilkan satu miliar dari pemain poker.”

Scheinberg bukan satu-satunya finalis tahun 2020 yang terhubung ke Black Friday. Chris Ferguson juga telah menjadi pemain yang dihormati selama bertahun-tahun. Namun, dia juga bekerja dengan Full Tilt Poker. Bertahun-tahun dia diam perihal permasalahan itu meskipun dia akhirnya mengeluarkan permintaan maaf beberapa tahun yang lalu. Dia tidak cocok dengan beberapa pemain poker serta dengan adanya pemungutan suara.

Phil Hellmuth, bagaimanapun juga yakin dan memposting di Twitternya bahwa dia percaya bahwa beberapa orang di komunitas secara tidak adil telah mempersulit kemenagannya karena masalah di Full Tilt. Karena itu, anggota pelantikan tahun 2007 itu yakin mungkin tahun 2023 belum tentu Ferguson bisa mendapatkan kehormatan itu.

Related Post

COMMENTS

Post your reply
We'll never share your email with anyone else.
Subscribe to our newsletter